Ayat-ayat cinta

Sebalum membaca buku ini, aku kira isinya sama dengan novel pada umumnya, namun aku penasaran dan tertarik ingin membacanya “Mengapa novel ini dikenal sebagai novel penggugah jiwa??”. Namun baru saja aku membaca pembukanya aku sudah sangat tertarik membacanya lanjut sampai selesai! Isi yang disajikan sungguh sangat tidak berlebihan (proporsinya sungguh sesuai). Ada sedikit unsur politik di dalamnya, unsur cinta yang sungguh islami nan religius membius si pembaca untuk pergi jauh ke bumi kinanah (salah satu julukan untuk bumi Mesir, aac-red). Selain ceritanya yang amat menarik dan suasana religiousnya yang amat kental, penulis buku ini sungguh sangat indah dalam menggoreskan penanya, rasanya tidak berlebihan jika saya katakan : penggunaan bahasanya sungguh cerdas, terlihat tidak hanya puitis tapi penuh dengan jiwa intelektual muda. Satu hal lagi yang membuat saya amat kagum, penulis banyak menyitir ayat2 Al-Qur’an, hadist dan beberapa pepatah karya orang ternama! Sungguh amat mengesankan!. Penulis juga menyuguhkan beberapa dialog dalam bahasa arab, inggris dan jerman, dari dulu aku sangat tertarik untuk mempelajari aneka bahasa, walaupun tidak begitu dalam(serius), namun bagiku bisa membuat orang yang aku ajak bicara mengerti itu sudah lumayan, sungguh indah jika suatu saat aku bertemu dengan berbagai macam bangsa dengan bahasa yang berbeda, namun sangat akrab dengan sedikit pengetahuan itu

~ oleh Dian di/pada Januari 31, 2008.

5 Tanggapan to “Ayat-ayat cinta”

  1. wa..jangan2 lagi jatuh cinta nie..

    cie cie…sapa tuh..??

  2. wahhh,, percaya dehh!! cocok buat mb’dyn tuh buku, cz isinya ROMANTIS bgetzz. . .

  3. Wah…setuju aku ma u, deeand…
    Aku baca novel AAC pertama kali di lewat file PDF, aku dapat dari temenq. waktu itu filmnya belum rilis. Ternyata bagus(banget), begitu baca 1 bab, aku langsung baca-baca-baca-dan baca sampe akhir meski mripatku jadi agak pedes2 karena bacanya kan langsung dari komputer. aku baca sampai tamat kira2 seminggu.
    Setelah baca lewat PDF, aku cari2 novelnya di togamas. Memang q niat beli n koleksi, meskipun wis tamat bacane.
    Novel dan film bagusan mana? Klo menurutku, bagusan novelnya. Aku beruntung baca novelnya dulu baru liat film(bajakan)nya. Mengapa? karena menurutku panggambaran kang Abik(baca:habiburrahman al-shirazy) tentang karakter(fahri, aisha, maria, bahadur, teman2 fahri, dll) serta setting mesir yang panas, kerasa banget. Seakan 2 kita ketemu dengan fahri, aisha, dan maria secara langsung(tentunya sesuai imajinasi masing2). Jadi, pikiran kita tidak “tercemar” mengimajinasikan klo fahri itu seperti fedi nuril, aisha itu seperti riyanti, dst.
    Aku setuju klo novel kang abik disebut novel pembangun jiwa. Knapa? ceritanya gini, aku punya 2 novel kang abik, ayat2 cinta dan ketika cinta bertasbih. Waktu itu, aku minjemin temenq novel ketika cinta bertasbih. Dan tau ketika dia balikin novel itu? dia bilang
    “zal, gara2 baca novel ini, koleksi BF ku ta hapus semua”…wakakak…
    Subhanallah…masya allah…YasSalaaam…

  4. Ternyata emank g salah klo banyak yang bilang AAc a/ novel pembangun jiwa, emm bs bwt orang berubah jg, Alhamdulillah,,,

  5. Betul sekali novel AAC lbh bgus drpd filmnya. Mrk aja yg liat filmnya uda terkesima apalagi baca novelnya,,, lebih menggambrkan keadaan yg islami… Aq dulu bacanya malah pas 2th yg lalu.. dlm sehari lgsg tamat pdhal wktu itu besok paginya ada tgs presentasi kuliah, haha.. O,ya salam kenal y..

Tinggalkan Balasan