Siapkan Akhir Kita…
Beramallah seolah-olah kita akan mati besok pagi dan bekerjalah seolah kita hidup seribu tahun lagi…
Jika kematian pasti akan datang, pantaskah dunia ini menjadi tempat kita bersenang-senang dan melupakan kehidupan akhirat sebagai tempat akhir yang abadi dan kekal. Jika mati itu pasti, masihkah waktu yang kita miliki di dunia ini disia-siakan untuk menumpuk kenistaan dan memamerkan kesombongan.
Jika kematian datang, tak ada yang bisa menolaknya. Tidak ada yang bisa digadai untuk menawar. Harta, istri, anak, dan jabatan tak bisa ditukar oleh kematian. Yang kita bawa dalam kematian bukan isi dunia yang kita miliki. Harta, anak, istri, usaha dan kekuasaan akan ditinggalkan. Mereka akan bersedih dengan kepergian kita, tetapi tangisnya tak bisa berbuat apa-apa. Manusia hanya membawa amal ketika kematian menjemput.
“kullu nafsin dzaaiqotul maut” (setiap yang bernafas pasti menemui kematian)
Allah memerintahkan kita jangan terlalu larut dalam kesedihan. Kematian bisa saja menemui siapapun dalam bentuk tragedi kecelakaan, penyakit yang berat, bahkan dalam ranjang istirahat atau apapun, namun yang pasti semuanya memiliki batas akhir.
Dan sesungguhnya Kami berikan cobaan kepadamu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Kami berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya. [al-Baraqah : 155-156]
اللهم اختم لنا بحسـن الخاتمة ولا تختم علينا بسـوء الخاتمة
“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik), dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”
Sesungguhnya dari Allah kita berasal dan kepadaNyalah kita akan dikembalikan.
Wallahu A’lam..



nice post…di tambah backgroundnya yg keren makin mantapss…
Thanks..